Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) menjadi langkah awal setelah dinyatakan lulus dari Fakultas Hukum, untuk mewujudkan cita-cita sebagai advokat. Sesuai anjuran dari pemerintah untuk #jagajarak dan #dirumahsaja, kali in ICJR Learning Hub mengadakan PKPA Angkatan PSBB yang dilakukan melalui webinar

Calon peserta PKPA PSBB cukup membayar biaya PKPA PSBB dengan harga khusus senilai Rp3,199,000,- (Syarat dan ketentuan berlaku). Selain harga yang sangat terjangkau, para peserta juga diberikan akses gratis ke dalam kelas Simulasi Ujian Profesi Advokat (syarat dan ketentuan berlaku)

Daftar segera ke https://learninghub.id/course/pendidikan-khusus-profesi-advokat-pkpa-angkatan-psbb/

From Around the Network

Sepanjang April 2020, ada beberapa Rekomendasi dari NgertiHukum.ID yang layak untuk Anda baca

Persidangan daring ini tentu saja belum sepenuhnya bisa menggantikan kenyamanan bersidang di Pengadilan. Ada beberapa keterbatasan, khususnya saat proses pembuktian. Terlebih saat pemeriksaan bukti tertulis (kita sulit melakukan verifikasi bukti, dsb), pemeriksaan saksi, ahli sampai terdakwa. Jikalau pemeriksaan saksi dilakukan secara daring, para pihak pasti memiliki keterbatasan untuk saling menggali keterangan.

https://bahasan.id/not-legal-advice-teknologi-masa-depan-pengadilan-indonesia/

Mengingat kondisi-kondisi di dalam Rutan/Lapas yang dihadapi saat ini, dengan overcrowding yang kemudian memengaruhi terbatasnya ruang pribadi untuk isolasi diri, kebersihan yang kurang mumpuni, maupun akses pelayanan kesehatan yang sangat terbatas, maka Rutan/Lapas tentu saja tidak dapat melaksanakan upaya-upaya umum yang saat ini dilakukan populasi umum. Kondisi ini harus ditanggapi dengan kebijakan khusus yang berbasis bukti untuk sebisa mungkin menekan angka penularan di dalam Rutan/Lapas.

Dengan mempertimbangkan kerangka hukum pidana dan acara pidana di Indonesia, langkah emergency releases ini dapat dilakukan melalui beberapa metode dengan menggunakan pranata yang telah ada.

https://icjr.or.id/rekomendasi-icjr-untuk-upaya-pencegahan-penyebaran-covid-19-di-rutan-lapas/

Sekira setahun silam, beredar sebuah film bertema hukum, judulnya “The Lawyers Pokrol Bambu” produksi Erwin Kallo Film. Dibandingkan film bertema horor dan percintaan, film besutan sutradara Azar Fanny ini tentunya kalah populer, dimana salah satu indikasinya adalah masa tayang di bioskop yang tidak terlalu lama.

Terlepas dari popularitasnya yang minim, film “The Lawyers Pokrol Bambu” sebenarnya menyuguhkan kisah yang menarik tentang sebuah fenomena dari dunia profesi hukum bernama Pokrol Bambu. Istilah ini merujuk pada sosok pembela pencari keadilan tetapi tidak memiliki latar belakang pendidikan hukum.

http://lawhub.id/tranformasi-paralegal-dalam-hukum-indonesia/

Manusia pada dasarnya makhluk informasi, dalam waktu yang bersamaan manusia bisa membutuhkan informasi dan juga memproduksi informasi. Karena itu keberadaan catatan rekaman kegiatan apalagi yang mempunyai nilai informasi penting sangat penting untuk dapat dikelola dengan baik.

Pada dasarnya semua orang memiliki alasan untuk merekam informasi, seorang pakar Manajemen Arsip, Sulityo Basuki, menjelaskan setidaknya ada 7 alasan mendasar kenapa manusia berupaya untuk merekan setiap informasi

http://solusiarsip.id/ini-7-alasan-kenapa-pengelolaan-arsip-penting/

Bisnis memang semakin luas, malah semakin banyak pengusaha yang membuat produk-produk baru yang awalnya tidak terpikirkan. Ditengah persaingan ini, tiap perusahaan berlomba-lomba untuk memperkenalkan bisnisnya kepada khalayak luas. Tujuannya tentu untuk membuat pasar yang semakin melebar lagi.

Agar bisnis yang dilakoni terkesan menarik, tentu ada beberapa hal sederhana yang harus dijaga, selain kenyamanan karyawan. Karena “sederhana” terkadang item ini terabaikan lho

http://ciptamedia.id/3-hal-sederhana-yang-sering-terlupakan/