Dalam situasi pandemi Covid – 19 yang belum selesai seperti saat ini, kami tak lelah untuk tetap menganjurkan kepada anda semua untuk tetap #JagaJarak dan tetap menaati aturan – aturan kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Namun meski di situasi pandemi, kita juga harus tetap menjaga asset usaha dalam bentuk merek dagang ataupun merek usaha. Merek dagang atau merek usaha adalah aset penting untuk dilindungi sebagai bagian dari upaya untuk membedakan suatu produk dengan produk lainnya. Pentingnya perlindungan ini tidak hanya untuk para pelaku usaha besar namun juga para pelaku usaha UMKM. Selama ini, para pengusaha UMKM lebih mementingkan penjualan daripada melindungi merek dagangnya.

Tak heran jika rasio pendaftaran merek untuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah masih sangat rendah. Pada 2018 terdapat 8,829 permohonan merek dan Pada 2019 meningkat menjadi 10,632 permohonan merek yang diajukan di Kemenkumham. Namun angka tersebut tergolong rendah karena para pelaku UMKM di Indonesia mencapai 64,1 juta. Padahal, pendaftaran pelindungan merek sangatlah penting untuk melindungi produk para pelaku UMKM dalam menunjang dan menjamin keberlangsungan usaha.

Karena itu, untuk mendorong pendaftaran merek bagi para pelaku UMKM, ICJR Learning Hub mengadakan Workshop Daring Pendaftaran Merek Secara Mandiri pada Juli ini. Workshop ini meninggalkan kesan positif bagi para peserta workshop. Karena para peserta telah memiliki pengetahuan praktis untuk melakukan pendaftaran merek secara mandiri.

Jaga terus kesehatan anda dan lindungi merek dagang atau usaha anda untuk melindungi keberlangsungan usaha anda.

Around the Network

Dalam konteks kearsipan, proses administrasi adalah salah satu faktor penting yang menentukan pencapaian kinerja suatu organisasi. Dalam proses administrasi tersebut, dokumen yang bisa berupa berkas atau surat mempunyai peran penting sebagai alat komunikasi formal dan bukti pertanggung jawaban dari suatu kegiatan. Jika seiring berjalannya waktu, dokumen tidak dikelola dengan baik dari mulai pemeliharaan dokumen, pengendalian proses sampai dengan pada keamanannya. Maka kinerja dan pencapaian tujuan organisasi akan sulit untuk diukur.

Penataan arsip bisa dilakukan dengan penataan arsip dan menatanya di ruangan arsip yang tersendiri atau penataan arsip secara digital. Digitalisasi arsip atau dokumen perusahaan dapat membantu perusahaan untuk meminimalisir tempat untuk penyimpanan dokumen perusahaan.

Untuk membantu pengelolaan arsip, kami memiliki layanan penataan arsip, digitalisasi arsip, dan penyediaan kotak arsip. Layanan penataan arsip ini akan meningkatkan kinerja dan efisiensi dan membuat semua proses kerja semakin menjadi lebih mudah dan efisien.

Hubungi kami jika anda membutuhkan layanan pengelolaan arsip yang efisein dan terorganisasi dengan baik.

Hubungi kami

Dengan bangga, kami menyediakan Virtual Event Organizer. Apakah itu?

Melihat banyaknya permintaan kelas webinar, kami memahami mungkin saja Anda mengalami kesulitan, terutama dalam penyediaan platform yang mendukung kelas webinar Anda. Mengapa? Sebab untuk menyediakan platform webinar, Anda harus menginstall beberapa aplikasi, bahkan berlangganan dengan harga yang cukup mahal perbulannya.

Dengan menggunakan VEO yang kami tawarkan, Anda cukup mengeluarkan budget mulai dari IDR 150K perbulan! Sangat terjangkau bukan?

Pilih paket yang Anda butuhkan di sini.

Sah-sah saja sebenarnya jika perusahaan memutuskan untuk tidak atau belum menerapkan sistem pengelolaan dokumen digital. Namun, yang perlu mereka sadari adalah sistem pengelolaan dokumen konvensional itu rentan dihinggapi sejumlah masalah klasik, yaitu: (1) waktu, (2) kesalahan manusia, (3) kerahasiaan, (4) penyuntingan, (5) ragam versi, dan (6) akses. Selengkapnya ….

Teknologi telah merevolusi ranah pengelolaan dokumen atau data secara masif. Salah satu revolusi tersebut berkaitan dengan metode penyimpanan dokumen. Kini berkat teknologi, menyimpan dokumen menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Medium penyimpanan dokumen pun semakin canggih dan variatif. Kenali 3 tipe could storage serta kekurangan dan kelebihannya, selengkapnya ….

Pembelajaran secara online terus berkembang pada era New Normal ini. Meskipun begitu, tentu masih ada keterbatasan dalam pengaksesan kelas-kelas online. Selain karena biaya, terdapat 2 alasan yang membuat keterbatasan ini selalu ada, yaitu waktu dan sinyal. Waktu menjadi sangat eksklusif, sebab banyak pilihan kelas-kelas online yang justru dimulai pada saat bersamaan, sehingga terkadang kita kesulitan untuk memilih kelas yang ingin kita ikuti. Ada juga gangguan sinyal, yang ternyata tidak hanya berlaku untuk pelosok negeri. Di Ibukota pun terkadang tetap mengalami kendala sulitnya mencari sinyal yang stabil.

Berdasarkan latar belakang tersebut, kami sudah menyiapkan beberapa pilihan kelas online yang dapat Anda ikuti. Bukan dengan metode webinar, namun melalui e-learning. Sehingga Anda bisa mengakses kapan saja dan dimana saja. Sehingga alasan keterbatasan waktu dan internetpun tidak menjadi hambatan.

Simak beragam pilihan kelas e-learning kami di sini. Tersedia Rp 0,- untuk Anda.

Moment Hari Anak Nasional, pada 23 Juli 2020 kemarin, menjadi momentum untuk ICJR kembali mengingatkan negara agar tidak meninggalkan anak yang berada di dalam sistem peradilan pidana, sebab hingga saat ini kondisi SPPA di Indonesia masih juga belum mewujudkan cita-cita “kepentingan terbaik bagi anak” yang merupakan cita-cita baik pengaturan UU SPPA. Dari situasi yang ada ini, ICJR menilai bahwa pemenuhan hak-hak anak yang berhadapan di dalam sistem peradilan pidana masih perlu terus diperhatikan dan dijadikan prioritas. ICJR pun dalam momen Hari Anak Nasional ini merekomendasikan Pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan UU SPPA dan segera melakukan perbaikan dan melengkapi hal-hal yang belum tersedia. Aparat penegak hukum juga harus memprioritaskan kepentingan terbaik untuk Anak, termasuk pemenuhan hak-hak yang sudah diatur dalam undang-undang, terlepas dari tuduhan yang dikenakan padanya, dan tentu saja selalu mengingat posisinya sebagai Anak. Selengkapnya ….

Pada momen perayaan Dirgahayu Kejaksaan yang ke-60 ini, ICJR kembali mengingatkan kejaksaan untuk memperkuat diri dengan memastikan perannya sebagai dominus litis dalam sistem peradilan pidana dapat dijalankan secara efektif. Untuk mendukung penguatan tersebut, dalam tataran kebijakan, ICJR juga mendorong agar institusi kejaksaan dapat diperkuat melalui revisi KUHAP agar jaksa dapat diberi kewenangan yang lebih besar khususnya dalam mengontrol dan menentukan arah perkembangan perkara pidana sejak dari awal proses penyidikan. Selengkapnya ….